Laporan Penelitian Geografi "Gunung Sinabung"
Disusun Oleh :
1. Aisah Rosalin
2. Arini Sekar L
3. Alida Nuraini
4. Zahra Zhafirah
Kelas X IPS 4
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kami panjatkan ke hadirat Allah swt yang atas rahmat–Nya maka kami dapat
menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “ Laporan Penelitian Geografi
Gunung Sinabung”. Dan kami juga berterima kasih kepada guru kami yaitu Bapak Heri Susanto, S.Pd yang telah memberikan tugas ini kepada kami dan juga telah membimbing kami dalam menyelesaikan tugas makalah ini. Penulisan ini merupakan salah satu tugas untuk menyelesaikan
tugas mata pelajaran geografi.
Dalam penulisan makalah ini kami merasa
masih banyak kekurangan – kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi,
mengingat kemampuan yang kami miliki. Untuk itu kritik dan saran dari semua
pihak sangat kami harapkan, demi penyempurnaan pembuatan makalah ini.
Akhirnya kami sebagai penulis, berharap
semoga Allah swt memberikan pahala yang setimpal kepada mereka yang telah
memberikan bantuan, dan dapat menjadikan semua bantuan ini sebagai ibadah,
Aamiin Yaa Robbal’Alamiin.
Tangerang, 30 Oktober 2016
Penyusun
DAFTAR ISI
Daftar Isi ..................................................................................................................I
BAB 1 (Pendahuluan) ............................................................................................
1
a. Latar Belakang
............................................................................
b. Rumusan Masalah ........................................................................
c. Tujuan
...........................................................................................
BAB 2
.....................................................................................................................
2
Uraian
................................................................................................
BAB 3 (PENUTUP) ................................................................................................
3
a.
Kesimpulan
................................................................................................
b. Saran ..............................................................................................
BAB 1
1.1) Latar Belakang
Gunung
Sinabung adalah sebuah gunung di Dataran Tinggi Karo, Kabupaten Karo,Sumatera
Utara, Indonesia. Gunung Sinabung dan Gunung Sibayak adalah dua gunung berapi
aktif di Sumatera Utara. Ketinggian gunung ini adalah 2.460 meter. Gunung ini
menjadi puncak tertinggi di Sumatera Utara. Gunung ini belum pernah tercatat
meletus sejak tahun 1600. Koordinat puncak gunung Sinabung adalah 3 derajat 10
menit LU, 98 derajat 23 menit BT.
Berbagai
aktivitas Gunung Sinabung tentu saja memberikan dampak positif maupun dampak
negatif pada penduduk sekitar tersebut. Dampak negatif ada yang secara langsung
dapat dirasakan oleh penduduk sekitar Gunung Sinabung, misalnya pada saat
Gunung Sinabung meletus mengeluarkan awan panas dan lahar yang mengalir dengan
membawa panas/energi yang cukup besar. Dampak negatif yang tidak langsung
dirasakan adalah apabila terjadi peristiwa letusan yang menyebabkan
material-material vulkanik maupun radioaktivitas dikeluarkan oleh Gunung
Sinabung tersebut.
Debu
vulkanik atau pasir vulkanik adalah bahan material vulkanik jatuhan yang
disemburkan ke udara saat terjadi suatu letusan. Debu maupun pasir vulkanik
terdiri dari batuan berukuran besar sampai berukuran halus, yang berukuran
besar biasanya jatuh disekitar kawah sampai 5-7 km dari kawah, sedangkan yang
berukuran halus dapat jatuh pada jarak mencapai puluhan kilometer bahkan ribuan
kilometer dari kawah disebabkan oleh adanya hembusan angin. Radiokativitas
mempunyai dampak negatif pada kesehatan makhluk hidup di sekitarnya.
1.2) Rumusan Masalah
1. Kapan peristiwa erupsi Gunung Sinabung terjadi ?
2. Apa dampak dari erupsi Gunung Sinabung ?
1.3) Tujuan
Untuk mengetahui peristiwa erupsi Gunung Sinabung dan perubahan sosial serta keadaan ekonomi yang terjadi akibat peristiwa erupsi Gunung Sinabung
BAB II
Gunung
sinabung pertama kali erupsi Pada
tanggal 3 September 2010, terjadi 2 letusan. Letusan pertama terjadi sekitar
pukul 04.45 WIB sedangkan letusan kedua terjadi sekitar pukul 18.00 WIB.
Letusan pertama menyemburkan debu vuklkanis setinggi 3 kilometer. Letusan kedua
terjadi bersamaan dengan gempa bumi vulkanis yang dapat terasa hingga 25
kilometer di sekitar gunung ini.
Pada tanggal 7 September, Gunung Sinabung
kembali meletus. merupakan letusan terbesar sejak gunung ini menjadi aktif pada
tanggal 29 Agustus 2010. Suara letusan ini terdengar sampai jarak 8 kilometer.
Debu vulkanis ini tersembur hingga ini 5.000 meter di udara.
Pada
tahun 2013, Gunung Sinabung meletus kembali, sampai 18 September 2013, telah
terjadi 4 kali letusan. Letusan pertama terjadi ada tanggal 15 September 2013
dini hari, kemudian terjadi kembali pada sore harinya. Pada 17 September 2013,
terjadi 2 letusan pada siang dan sore hari Letusan ini melepaskan awan panas
dan abu vulkanik. Tidak ada tanda-tanda sebelumnya akan peningkatan aktivitas
sehingga tidak ada peringatan dini sebelumnya. Hujan abu mencapai kawasan
Sibolangit dan Berastagi. Tidak ada korban jiwa dilaporkan, tetapi ribuan warga
pemukiman sekitar terpaksa mengungsi ke kawasan aman.
Akibat
peristiwa ini, status Gunung Sinabung dinaikkan ke level 3 menjadi Siaga.
Setelah aktivitas cukup tinggi selama beberapa hari, pada tanggal 29 September
2013 status diturunkan menjadi level 2, Waspada. Namun demikian, aktivitas
tidak berhenti dan kondisinya fluktuatif.
Bencana
inilah salah satu faktor penyebab
perubahan sosial yang sangat besar. Lingkungan alam sangatlah mempengaruhi
sendi kehidupan suatu masyarakat sehingga bila terjadi perubahan pada
lingkungan maka dampaknya adalah terjadinya perubahan sosial terhadap
masyarakat tersebut.
Keadaan masyarakat yang tadinya teratur, memiliki sistem,
dan terdapat stratifikasi di dalamnya kini sudah tidak terlihat lagi.Saat ini
mungkin sangat sulit membedakan mana penduduk kaya dan miskin, mana penduduk
berkedudukan tinggi dan rendah.
Kini semuanya sama tidak ada yang lebih kaya dan tidak ada yang kedudukannya lebih tinggi, semuanya hanya bisa hidup dengan mengandalkan bantuan dari pihak LSM maupun pemerintah.
BAB III
PENUTUP
1.4) Kesimpulan
1) Akibat dari erupsi Gunung Sinabung, masyarakat daerah di sekitar Gunung Sinabung harus mengungsi dan semua lahan pekerjaan yang di miliki masyarakat mengalami kerusakan dan diperkirakan mengalami banyak kerugian.
2) Bencana alam akan datang secara tiba - tiba tanpa sepengetahuan kita. Maka dari itu dalam kondisi apapun kita harus tetap waspada terhadap lingkungan sekitar kita. Dari bencana alam yang sudah terjadi pasti melahirkan dampak dan akibat bagi masyarakat yang berkelanjutan pada hubungan sosial masyarakat. Jadi, dimanapun kita berada pasti tidak jauh dari interaksi sosial.
1.5) Saran
Kita sebaiknya membantu saudara - saudara kita yang tertimpa bencana alam apapun, kapanpun dan dimanapun. Karena manusia harus saling tolong - menolong tanpa membeda -bedakan, karena manusia itu semua sama.



